KeIslaman Diki candra

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakathu.
Bismillahir Rahmani Rahim

Segala Puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam, salam dan sholawat atas junjungan Rasulullah SAW, beserta keluarga dan para sahabat beliau dan pengikitunya hingga akhir zaman.

MUKADDIMAH



Ya akhi wa ukhti fillah rekan seperjuangan, Ketika ana dapat info dari teman seperjuangan, lalu ana infokan kepada bapak Diki Candra, ada berita fitnah di Majalah Sabili, yang berisi kesaksian yang mengaku mantan pengurus ARIMATEA & muallaf, yang mengopinikan bapak Diki Candra tidak pernah sholat jum'at dan sholat wajib. Jawaban bapak Diki Candra adalah; ''ya biar saja, berita iitu akan tetap menguntungkan kita. pertama, mudah-mudahan fitnah itu termasuk yang akan mengurangi dosa saya. kedua, orang yang berakal sehat akan semakin paham bahwa saya selama ini terus didzolimi sebab yang berakal sehat pasti akan berpikir, jika kesaksian itu benar apa mungkin antum yang mau jadi wakil sekjen say, Habib Muhsin (yang juga ketua Dewan Syuro FPI Pusat) masih mau jadi kektua umum. Iwan Setiawan sudah hampir 3 tahun mau jadi Wk sekjen, dan para pengurus lainnya yang sering bersama dengan saya mau jadi pengurus ARIMATEA?, ketiga, berita itu sudah ada sejak tiga tahun terakhir dan faktanya Allah SWT masih menjaga perjuangan ARIMATEA tetap eksis''

Kemudian ana bertanya lagi, jadi pak Diki tidak akan menuntut nih? Termasuk menuntut Irena Handono yang juga terbukti pernah memfitnah antum? Jawabnya ; ''he... he... kalau menuntut, maka bagaimana dengan urusan umat yang lebih darurat harus kita bantu akan terbengkalai, kan antum tahu umat yang minta tolong ke ARIMATEA seabreg''.

Subhanallah itulah jawaban yang dilontarkan kepada ana, jawaban seorang pejuang yang bijak,berpikir jauh kedepan dan pemimpin yang tegar.

Sebelum kami berpisah di Airport untuk meninggalkan Australia, menuju ke Singapore dalam tur safari Dakwah ( ana sendiri sampai tanggal 5 juni 2009, masih ditugaskan beliau untuk berdakwah di beberapa kota di Australia, bersama-sama pengurus ARIMATEA Australia), maka ana minta izin untuk membela kebenaran yang ana lihat sendiri, yang sudah selama 1 tahun mendampinginya dalam berbagai safari dakwah, dalam memipin wisma muallaf dan berbagai kegiatan lainnya. Alhamdulillah ana beruntung, menurut beliau, kalau dihitung jamnya, ana adalah orang yang paling lama dalam mendampingi ketika ada jadwal safari dakwah. Perlu diketahui bapak Diki Candra rata-rata tiga minggu dalam sebulan melakukan safari dakwah keliling daerah. Jadi selama setahun ini, 3/4 hidupnya hampir bersama ana dan rekan -rekan seperjuangan lainnya.

Dengan seizin beliau, yang pertama ana lakukan adalah mengubungi isterinya , menanyakan apakah selama ada dirumah, pak Diki sering tidak sholat? Dijawabnya; ''itu fitnah !, bahkan pak diki kadang menyempatkan waktu sekali-kali untuk sholat berjamaah, dan beliau jadi imamnya.'' Apakah pernah terlihat tidak jum'atan? Dijawabnya '' seingatnya saat hari jum'at ada dirumah, beliau sholat jum'at.''

Terakhir ana mengajak diri ana pribadi dan saudara-saudari kaum muslimin semuanya kita jangan mudah langsung percaya dengan opini/isu/fitnah dari berbagai pihak yang pernah bermasalah di ARIMATEA. InsyaAllah di ARIMATEA masih banyak pengurus yang istiqomah dan berakhlak seorang aktifis yang jikapun ada aib pribadi sesama saudaranya pasti akan menutupinya sesuai dengan adab dan perintah Al Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW. Dan itulah sebenarnya standar seorang muslim.